Dampak Ketiadaan Peran Ayah pada Remaja: Sebuah Tinjauan Pustaka
Keywords:
fatherless, remaja, gangguan emosi, kecemasan, sosialisasiAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak ketiadaan peran ayah terhadap remaja dalam berbagai aspek, seperti psikologis, social, dan pendidikan. Kajian dilakukan dengan metode literature review, dan melibatkan analisis artikel dari database terpercaya selama 5 tahun terakhir (2019-2024). Data diperoleh melalui pencarian kata kunci terkait fatherless, dan dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiadaan peran ayah berdampak signifikan pada kehidupan remaja, yang mencakup peningkatan resiko gangguan emosi, kecemasan, dan kesulitan bersosialisasi. Dalam konteks pendidikan juga ditemukan adanya kegagalan dalam mencapai hasil akademik yang baik. Meskipun dampak negatif mendominasi, terdapat adaptasi positif seperti peningkatan kemandirian, keberanian, dan empati pada diri remaja. Temuan ini menyoroti perlunya intervensi melalui program konseling keluarga dan pendidikan pengasuhan untuk mendukung kesejahteraan remaja. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menggali peran figur pengganti dan faktor lainnya yang dapat memitigasi dampak negatif ketiadaan ayah.
References
Agustin, W., & Kudus. (2023). DISFUNGSI ORANG TUA DALAM PEMBENTUKAN PENDIDIKAN DAN KEMANDIRIAN ANAK DI LINGKUNGAN CIDUNAK KOTA CILEGON. AT-TAWASSUTH: Jurnal Ekonomi Islam, VIII(I), 1–19.
Alfasma, W., Santi, D. E., & Kusumandari, R. (2022). Loneliness dan perilaku agresi pada remaja fatherless. Jurnal Penelitian Psikologi, 3(01), 40–50.
Arbiyana, T., & Kholil, S. (2024). Dinamika Fatherless terhadap Pengembangan Diri Remaja. 17(3), 287–294. https://doi.org/10.35134/jpsy165.v17i3.437
Arksey, & O’maley. (2009). De-territorializing and Re-territorializing Lotus: Sovereignty and Systematicity as Dialectical Nation-Building in Early Republican Turkey. Leiden Journal of International Law, 22(1), 29–49. https://doi.org/10.1017/S0922156508005621
Ashari, Y. (2017). Anak yatim di indonesia dan dampaknya terhadap perkembangan psikologis anak Machine Translated by Google. Psikoislamika, 15(September), 35–40.
Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology.
Cristy, C., & Soetikno, N. (2023). Resiliensi dan Kesepian pada Remaja Berstatus Anak Tunggal yang Mengalami Fatherless Akibat Perceraian. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(3), 31322–31331.
Culpin, I., Heron, J., Araya, R., & Joinson, C. (2015). Early Childhood Father Absence and Depressive Symptoms in Adolescent Girls from a UK Cohort: The Mediating Role of Early Menarche. Journal of Abnormal Child Psychology, 43(5), 921–931. https://doi.org/10.1007/s10802-014-9960-z
Culpin, I., Heuvelman, H., Rai, D., Pearson, R. M., Joinson, C., Heron, J., Evans, J., & Kwong, A. S. F. (2022). Father absence and trajectories of offspring mental health across adolescence and young adulthood: Findings from a UK-birth cohort. Journal of Affective Disorders, 314, 150–159. https://doi.org/10.1016/j.jad.2022.07.016
Dascha, T. A., & Cahyono, R. (2024). Pengaruh Ketiadaan Peran Ayah (Fatherless) terhadap Self-Esteem pada Emerging Adulthood. Departemen Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental.
Farisah Hidayatul Hadi, Eni Hastuti, D. M. (2024). Dampak Fatherless Terhadap Kecerdasan Sosial dan Emosional: Penelitian Eksploratif Terhadap Anak Perempuan. Adaptasi?: Jurnal Sosial Humaniora dan Keagamaan, 1(1), 67–87.
Nindhita, V., & Arisetya Pringgadani, E. (2023). Fenomena Fatherless dari Sudut Pandang Wellbeing Remaja (Sebuah Studi Fenomenologi). Cakrawala - Jurnal Humaniora, 23(2), 46–51. https://doi.org/10.31294/jc.v23i2.16983
Ntoma, V. N., & Kusmawati, A. (2024). Dampak Fatherless terhadap Kenakalan Remaja Dampak Fatherless terhadap Kenakalan Remaja. 4.
Nurmalasari, F., Fitrayani, N., Paramitha, W. D., & Azzahra, F. (2024). Dampak Ketiadaan Peran Ayah (Fatherless) terhadap Pencapaian Akademik Remaja: Kajian Sistematik. Jurnal Psikologi, 1(4), 14. https://doi.org/10.47134/pjp.v1i4.2567
Osinga, M., van Bergen, D. D., van Brummen-Girigori, O. J., Kretschmer, T., & Timmerman, M. C. (2023). “We Say ‘Mothers’ But Mean ‘Parents’”: Qualitative Perceptions and Experiences With Father Absence Among Curaçaoan, Curaçaoan-Dutch, and Dutch Young People. In Journal of Adolescent Research (Vol. 38, Nomor 6). https://doi.org/10.1177/07435584211014878
Sasqia Desta, S., Fitriani, A., & Salsabila, M. S. (2024). Mengapa Saya Tidak Asertif? Tinjauan Asertifitas Dari Konsep Diri Dan Ketidakhadiran Ayah Pada Remaja Yang Mengalami Bullying. Jurnal Consulenza?: Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi, 7(1), 1–12. https://doi.org/10.56013/jcbkp.v7i1.2643
Susilawati, S. (2020). Pembelajaran yang Menumbuhkembangkan Karakter Religius pada Anak Usia Dini. Aulad?: Journal on Early Childhood, 3(1), 14–19. https://doi.org/10.31004/aulad.v3i1.46
Yusuf, Z. W., & Aliero, H. S. (2024). An Assessment of Psychological Distress among Fatherless Students in Secondary Schools in Birnin Kebbi, Kebbi State, Nigeria. African Journal of Humanities and Contemporary Education Research, 16(1), 33–44. https://doi.org/10.62154/ajhcer.2024.016.010371
Zubaidah Sandy, Linda Fitria, Y. Y. (2024). Analisis Dampak fatherless Terhadap Perkembangan Sosial Remaja di SMKN 3 Padang. Jurnal Insan Cendekia, 1(3), 164–177.
Downloads
Published
Versions
- 2026-04-14 (2)
- 2025-05-27 (1)